1. Ragam Mekanisme Penunjukan Pemegang Kekuasaan
Bagaimana seseorang atau sekelompok orang memperoleh mandat untuk memimpin? Sepanjang sejarah, cara penunjukan ini mencerminkan sumber legitimasi yang dipercayai oleh masyarakatnya:
- Pewarisan Darah dan Aspek Sakral:
Pada model Monarki Tradisional, mandat diperoleh lewat garis keturunan (primogenitur). Legitimasi kerap diperkuat dengan doktrin sakral “seperti mandat langit atau hak ilahi raja (divine right of kings) “ yang menempatkan posisi penguasa tdidak dapat digugat masyarakat biasa. - Garis Keturunan Tertutup, atau Kekuatan Senjata:
Dalam format Oligarki dan Aristokrasi Otokratis, penguasa tidak dipilih melalui mekanisme rakyat terbuka. Penunjukan terjadi di ruang-ruang tertutup lewat akumulasi kekayaan material (oligarki ekonomi), hak istimewa kasta bangsawan lama, atau restu lingkar elit militer/partai tunggal (junta atau birokrasi partai otoriter). - Kontrak Sosial Melalui Seleksi Terbuka (Electoral & Legal-Rational):
- Demokrasi Langsung (Direct Democracy): Rakyat berkumpul secara berkala untuk menentukan pejabat atau mengambil keputusan hukum secara langsung (sebagaimana dipraktikkan di polis Athena kuno, atau mekanisme referendum pada sistem modern).
- Demokrasi Perwakilan (Representative Democracy): Rakyat mendelegasikan mandatnya lewat pemilihan umum (pemilu) yang berintegritas, periodik, rahasia, dan kompetitif. Penunjukan bersifat temporer dan terikat kontrak politik berbasis konstitusi.
