Usai Temui 53 Parpol, Militer Myanmar Nyatakan Hasil Pemilu 2020 Tidak Sah

PIKIRAN RAKYAT – Krisis politik di Myanmar hingga kini masih berlanjut.

Krisis politik Myanmar bermula dari aksi kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap pemerintahan sipil di negara itu.

Militer juga melakukan penahanan terhadap sejumlah pejabat tinggi sipil Myanmar salah satunya, peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.

Kudeta dan penahanan yang dilakukan oleh militer Myanmar, mendapatkan protes penolakan dari warga sipil di negara itu.

Namun, aksi protes itu mendapatkan tindakan kekerasan dari pasukan keamanan.

Terbaru, Komisi pemilihan umum yang ditunjuk militer Myanmar pada Jumat, 26 Februari 2021 waktu setempat menyatakan hasil pemilu November 2020 lalu tidak sah.

Pengumuman itu dibuat oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum U Thein Soe, usai dirinya menemui setidaknya 53 partai politik di Naypyitaw.

“Hasil pemilu 2020 yang menyatakan kemenangan Liga Nasional untuk Demokrasi [NLD] tidak berlaku lagi,” kata Thein Soe seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.

Militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat pada 1 Februari, beberapa jam setelah menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan pejabat senior NLD yang berkuasa.

Kudeta terjadi beberapa jam jelang sidang perdana parlemen yang terpilih selama pemilu November, di mana mayoritas kursi dimenangkan oleh NLD.

Pihak militer berdalih melancarkan kudeta karena kecewa dengan proses pemilu yang diwarnai kecurangan.

Tak lama setelah kudeta, militer memberlakukan jam malam dan melarang pertemuan lima orang atau lebih.

Namun, militer gagal memadamkan protes rakyat dan kampanye pembangkangan sipil yang diprakarsai oleh pejabat pemerintah melawan kekuasaan pemerintahan hasil kudeta.***

pikiranrakyat.com/Anadolu Agency/Billy Mulya Putra

Artikel ini telah tayang di laman pikiranrakyat.com pada tanggal 27 Februari 2021 dengan judul “Usai Temui 53 Parpol, Militer Myanmar Nyatakan Hasil Pemilu 2020 Tidak Sah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *