Sidang MK, Saksi Paslon Nomor 2 Beberkan Politik Uang di Pilkada Pesisir Barat

Gedung Mahkamah Konstitusi. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Gedung Mahkamah Konstitusi. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pembuktian perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) pada Pilkada Bupati Pesisir Barat Tahun 2020, Rabu (24/2). Dalam persidangan kali ini, pihak Paslon Nomor Urut 2 Aria Lukita Budiwan dan Erlina selaku pemohon menghadirkan sejumlah saksi yang mengungkap adanya politik uang.

Selaku pemohon pada Perkara bernomor 39/PHP.BUP-XIX/2021, pihak Aria Lukita Budiwan dan Erlina menghadirkan saksi Sukma Sanjaya anggota KPPS di TPS 05 Ulok Mukti, Kecamatan Ngambur menerangkan terdapat DPT sebanyak 334 pemilih dan kertas suara yang diterima 344 kertas suara pada TPS 05 Pekon Ulok Mukti.

Dalam persidangan, Sukma sebagai anggota KPPS megetahui bila dalam SK seharusnya yang menjadi ketua TPS 05 adalah Al Imron, tetapi dalam pelaksanaanya bukan. Namun, dia tidak mengetahui alasan penggantian ketua TPS 05 termasuk mengungkapkan tidak ada daftar hadir pemilih di TPS 05 Ulok Mukti pada hari pencoblosan, 9 Desember 2020.

Baca Juga: KPU Minta MK Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Samosir

“Tetapi setelah penghitungan suara dan ketiga saksi dari para pasangan calon maupun anggota KPPS sudah menandatangani berita penetapan penghitungan suara, daftar hadir itu ditemukan,” kata Sukma dikutip dari website Mahkamah Konstitusi, Rabu (24/2).

Saat hari pencoblosan, Sukma bertugas mengecek suhu tubuh terkait protokol kesehatan Covid-19 terhadap semua orang yang hadir. Ketika itu Sukma tidak melakukan pemeriksaan identitas para pemilih ataupun surat undangan memilih, karena menurutnya sudah ada orang lain yang bertugas menangani.

Usai pencoblosan, Sukma mengungkapkan bahwa Al Amin selaku pemangku (kepala dusun) di lokasi TPS 05 menyampaikan dirinya membagi-bagikan uang kepada para pemilih agar mencoblos Paslon Nomor Urut 3 Agus Istiqlal dan A Zulqoini Syarif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *