Sengketa Pilkada Nias Selatan, Saksi Singgung Pembagian Ternak Babi

Suasana di depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Suasana di depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pembuktian Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Nias Selatan 2020. Saksi menerangkan dugaan pelanggaran administrasi dari pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Hilarius Duha dan Firman Giawa selaku petahana.

Saksi dari pemohon, Mukami Eva Wisman Bali, mengaku menerima informasi kegiatan panen ikan oleh petahana sebagai bentuk kampanye. Kemudian, ada orasi politik dari paslon nomor 1 tentang pembagian bibit ternak babi setelah disetujui DPRD Nias Selatan.

“Laporan saya diregistrasi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan ditindak lanjuti sehingga pada 18 Desember 2020 Bawaslu mengeluarkan rekomendasi yang diteruskan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Namun, KPU tidak menindaklanjuti,” kata Mukami dalam persidangan yang disiarkan akun YouTube MK, Selasa, 2 Maret 2021.

Baca Juga: Sengketa Pilkada Banjarmasin: Kubu Ananda Bawa 75 Saksi, Yakin Bukti Sulit Dibantah

Pada 21 Desember 2021, Mukami kembali melaporkan ke Bawaslu terkait pembagian bantuan sosial tunai (BST) dari petahana. Pada 27 Desember 2020, rekomendasi Bawaslu terbit, namun tidak ditindaklanjuti KPU.

Saksi pemohon berikutnya, Kristiana Maduwu, menerangkan soal pembagian BST di salah satu balai pertemuan di Kabupaten Nias Selatan pada 24 Juni 2020. Kristiana mengaku mendapat BST Rp1,8 juta. BST dibagikan per satu orang. Dia tidak mengetahui persis pihak mana yang memberikan BST.

“Saya ingat orang yang memberi saya BST bilang ‘solid’. Sepertinya kode dari pasangan calon nomor urut 1,” tutur Kristiana.

Baca Juga: KPU Minta MK Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Samosir

Saksi pihak terkait dari paslon 1, Asazutulo Giawa, menjelaskan soal program peternakan babi di Kabupaten Nias Selatan. Dia menybut belum ada program pengadaan bibit ternak babi di Nias Selatan pada 2020. Program pengadaan bibit ternak babi itu direncanakan untuk 2021.

Saksi pihak terkait lainnya, Arisman Zalukhu, membenarkan adanya pembagian BST dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada 24 Juni 2020. Kegiatan itu dihadiri petahana, DPRD, camat, lurah, TNI, kepolisian, dan peserta penerima BST.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Sengketa Pilkada 2020 Tak Disiarkan Secara Daring, Ini Penjelasan MK

“Bupati mengarahkan para camat agar penyaluran BST sesuai data yang sudah diverifikasi dan sesuai dengan data sebagai penerima BST,” kata Arisman.

Gugatan PHP Bupati Nias Selatan diajukan paslon momor urut 2 Idealisman Dachi dan Sozanolo Ndruru. Sengketa pilkada ini tercatat dengan nomor 59/PHP.BUP-XIX/2021.


Medcom.id/ Fachri Audhia Hafiez/ OGI.

Artikel ini telah tayang dilaman Medcom.id pada tanggal 2 Maret 2021 dengan judul “Sengketa Pilkada Nias Selatan, Saksi Singgung Pembagian Ternak Babi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *