Saiful Mujani: Bila Negara Akui KLB Moeldoko, Partai Demokrat Akan Mati

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba menghadiri Kongres ke V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). SBY akan digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah mendapatkan dukungan 93 persen dari pemegang hak suara Demokrat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba menghadiri Kongres ke V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). SBY akan digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah mendapatkan dukungan 93 persen dari pemegang hak suara Demokrat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta – Pengamat politik SMRC Saiful Mujani menyatakan, usai KLB Demokrat di Sumut, kini bola panas berada di pemerintah.

“Setelah KSP Moeldoko ditetapkan jadi Ketua Partai Demokrat lewat KLB maka selanjutnya tergantung negara, lewat menkumham dari PDIP, Yasonna Laoly, mengakui hasil KLB itu atau tidak. Kalau mengakui, dan membatalkan kepengurusan PD AHY lonceng kematian PD makin kencang,” kata Mujani saat dikonfirmasi lewat akun twitternya, Sabtu (6/3/2021).

BACA JUGA: AHY Minta Hasil KLB Deli Serdang Tidak Disahkan Pemerintah

Mujani menyebut, apabila pemerintah mengakui KLB Sumut, maka Partai Demokrat kubu AHY akan bertarung di Mahkamah Agung dan berujung lewatnya peluang Pilpres 2024.

“Biasanya hanya bisa selesai di Mahkamah Agung. Berarti itu bisa makan waktu lama, bisa sampai melewati deadline daftar Pemilu 2024. Katakanlah Demokrat KSP Moeldoko yang bisa ikut pemilu. Lalu bagaimana peluangnya?,” katanya.

Bila hal itu terjadi, Mujani menyebut Demokrat akan bernasib seperti Hanura pasca ditinggal Wiranto.

“2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di parlemen setelah Wiranto tak lagi mimpin partai itu. Saya tak bisa membayangkan PD bisa besar dan bahkan terbesar pada 2009 tanpa SBY. Suka ataupun tidak itu adalah fakta. Moeldoko bisa gantikan itu? Seperti mantan jendral lainnya mimpin partai, KSP ini tak lebih dari Sutiyoso, Hendro, Edi Sudrajat, yang gagal membesarkan partai,” katanya.2 dari 3 halaman

Baca Juga: Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Moeldoko Ancang-Ancang Pemilu 2024

Manuver Moeldoko Membunuh Demokrat

Mujani meyakini, manuver Moeldoko hanya akan membunuh Demokrat.

“Hasil akhir dari manuver KSP Moeldoko ini adalah membunuh PD. Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara. Backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justru jadi presiden karena demokrasi,” tandasnya.


Liputan6.com/ Delvira Hutabarat/ Nila Chrisna Yulika.

Artikel ini telah tayang dilaman Liputan6.com pada tanggal 6 Maret 2021 dengan judul “Saiful Mujani: Bila Negara Akui KLB Moeldoko, Partai Demokrat Akan Mati”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *