Ribuan Warga Pesisir Selatan Buat Petisi, Minta Bupati Rusma Tak Dieksekusi dalam Kasus Hukum

Ribuan masyarakat Pesisir Selatan buat petisi agar bupati tidak dieksekusi, Rabu (17/3/2021) di Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat(KOMPAS.COM/PERDANA PUTRA)

Ribuan masyarakat Pesisir Selatan buat petisi agar bupati tidak dieksekusi, Rabu (17/3/2021) di Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat(KOMPAS.COM/PERDANA PUTRA)

PADANG, KOMPAS.com – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam menyelamatkan Pesisir Selatan, Sumatera Barat melaksanakan aksi long march mengantarkan Petisi ke Kejari Painan.

Mereka meminta agar Bupati Rusma Yul Anwar yang terpilih dalam Pilkada 2020 lalu tidak dieksekusi karena tersangkut kasus hukum.

Aksi tersebut dimulai dari GOR Ilyas Yakub menuju kantor Kejari Painan, Rabu (17/3/2021).

Aksi mereka berlangsung tertib dikawal ketat pihak keamanan yang juga terlihat menempatkan mobil water canon.

Baca Juga: Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan Yang ‘Sarat Prestasi Terjerat Kasus Korupsi Karena Politik Biaya Tinggi’

“Kami datang untuk memberikan petisi selamatkan Pesisir Selatan. Rusma Yul Anwar sudah terpilih sebagai bupati dan beliau tumpuan untuk memimpin Pesisir Selatan,” kata orator Aksi, Bambang Suryanto.

Bambang mengatakan Petisi ‘Selamatkan Pesisir Selatan’ lahir sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pemerintahan daerah yang sah.

Mandataris rakyat yang lahir dari sebuah proses demokrasi yang sehat di Pilkada 2020.

“Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah sudah terpilih sebagai bupati-wakil bupati, dengan dukungan lebih dari 128.000 suara di Pilkada 2020,” kata Bambang.

Baca Juga:  270 Pj Kepala Daerah Ditunjuk Presiden, Netralitas Pemilu 2024 Bakal Jadi Masalah Serius

Menurut Bambang, ada pihak-pihak yang tidak ingin roda pemerintahan berjalan baik. Upaya-

upaya itu terkesan dilakukan atas kekecewaannya terhadap hasil suksesi kepemimpinan daerah lima tahunan.

Bambang mengatakan saat ini masyarakat terkotak-kotak.

“Fenomena itu sangat terasa di berbagai jejaring media sosial. Caci maki dan umpatan seakan sudah hal biasa. Padahal, mereka sama-sama masyarakat Pesisir Selatan,” jelas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *