Regulasi Rapid Test untuk Saksi Paslon Pilkada Masih Buram

Rakor persiapan Pilkada Sragen digelar secara virtual, kemarin (26/11). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Rakor persiapan Pilkada Sragen digelar secara virtual, kemarin (26/11). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Pemerintah dan penyelenggara pemilu ekstrahati-hati mencegah pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember menjadi klaster penularan Covid-19. Petugas terkait wajib menjalani rapid test. Tapi sayangnya, untuk tes cepat para saksi dari pasangan calon (paslon) belum diatur secara jelas. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Minarso menuturkan, seluruh penyelenggara pilkada menjalani rapid test. Mulai dari tingkat kabupaten hingga yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS). Namun, belum ada regulasi yang mengatur rapid test terhadap saksi. Menyikapi hal tersebut, pihaknya masih menunggu kebijakan dari KPU pusat.

”Tadi (kemarin) didiskusikan. Dari gubernur sudah menyampaikan pendapat terkait (jaminan kesehatan) saksi. Tapi saksi itu kan miliknya (wewenang) paslon. Di PKPU (Peraturan KPU) saya belum melihat bentuknya seperti apa. Mudah-mudahan hasil koordinasi dicermati pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” beber dia.

Di lain sisi, persiapan logistik pilkada terus dimatangkan. Seperti kotak, bilik, dan surat suara. Terbaru, terdapat tujuh kecamatan yang surat suaranya sudah dimasukkan dalam sampul dan siap didistribusikan pada 30 November atau 1 Desember.

”Distribusi (logistik) kami prediksi empat hari selesai. Ada (tempat pemungutan suara) yang jauh dari (kantor) desa, ada yang dekat. Kami memberi toleransi pada kawan-kawan yang bertugas,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyoroti mitigasi bencana jelang pilkada. Seperti ancaman erupsi Gunung Merapi. Termasuk jaminan kesehatan masyarakat karena pilkada digelar di masa pandemi. ”Jangankan yang positif (Covid-19), yang suhu tubuh di atas 37,3 celcius akan diperlakukan khusus. Teknisnya tentu di KPU,” terang dia. (din/wa/ria)

Jawapos.com/ Perdana/ rs/ din/ per/ JPR.

Artikel ini telah tayang dilaman Jawapos.com pada tanggal 27 November 2020 dengan judul “Regulasi Rapid Test untuk Saksi Paslon Pilkada Masih Buram”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *