Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India, Tolak Diperintah Junta Militer

Polisi memukuli seorang pengunjuk rasa saat mereka menahannya selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Sabtu (6/3/2021). Dikutip dari pernyataan PBB, lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan. (AFP Photo)

Polisi memukuli seorang pengunjuk rasa saat mereka menahannya selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Sabtu (6/3/2021). Dikutip dari pernyataan PBB, lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan. (AFP Photo)

Liputan6.com, Naypyidaw – Myanmar telah meminta negara tetangga India untuk memulangkan beberapa petugas polisi yang melintasi perbatasan ke Negeri Bollywood. Menurut kabar, mereka yang bermigrasi pergi guna mencari perlindungan setelah menolak untuk melaksanakan perintah junta militer Myanmar yang saat ini memerintah negara itu menyusul kudeta bulan lalu.

Para pejabat India mengatakan para petugas dan keluarga mereka telah melintasi perbatasan dalam beberapa hari terakhir.

Merespons dalam sebuah surat yang dikirimkan ke Delhi, pihak berwenang Myanmar meminta kepulangan mereka “untuk menegakkan hubungan persahabatan,” demikian seperti dikutip oleh BBC, Minggu (7/3/2021).

BACA JUGA: Myanmar Kian Memprihatinkan, Dewan Keamanan PBB Diminta Menindak Junta Militer

Myanmar telah dicengkeram oleh protes massa dan demonstrasi menyusul kudeta militer 1 Februari 2021. Tuduhan kecurangan pemilu November 2020 –yang dimenangkan secara telak oleh pemimpin sipil Aung San Suu Kyi– dijadikan motif coup d’ etat para tentara. Komisi pemilu nasional sebelumnya telah menyatakan bahwa pemilihan berlangsung adil.

Pasukan keamanan telah mengambil tindakan keras terhadap demonstrasi dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

Pada Sabtu 6 Maret, demonstran terus memprotes militer, berkumpul di seluruh negeri. Di kota terbesar, Yangon, polisi menggunakan gas air mata, peluru karet dan granat setrum untuk membubarkan kerumunan, kata laporan.

Baca Juga: Menolak Mundur, Militer Myanmar Nyatakan Siap Hadapi Sanksi Dan Isolasi

Tidak ada laporan korban baru.

Wakil Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior di distrik Champhai di negara bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima surat dari rekannya di distrik Falam Myanmar yang meminta kepulangan petugas polisi.

Surat itu mengatakan bahwa Myanmar memiliki informasi tentang delapan polisi yang telah menyeberang ke India.

“Untuk menegakkan hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba ke wilayah India dan menyerahkan diri ke Myanmar,” bunyi surat itu.

Zuali mengatakan dia sedang menunggu instruksi dari kementerian dalam negeri India di Delhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *