PSU Pilkada Teluk Wondama tunggu petunjuk KPU RI

Ilustrasi Pilkada - Jubi. Dok

Ilustrasi Pilkada – Jubi. Dok

Manokwari, Jubi – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang atau PSU Pilkada bupati dan wakil bupati kabupaten Teluk Wondama, menunggu petunjuk Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat Paskalis Semunya mengatakan bahwa secara hirarki KPU RI akan beri petunjuk teknis pada pelaksanaan PSU tersebut.

“KPU provinsi bersama KPUD Teluk Wondama menunggu petunjuk teknis KPU RI untuk teknis pelaksanaan PSU empat Tempat Pemungutan Suara atau PSU di Distrik Wasior kabupaten Teluk Wondama,” ujar Paskalis.

Dia mengatakan, KPU provinsi segera melakukan rapat bersama KPUD Teluk Wondama untuk kesiapan anggaran, logistik dan tempat pelaksanaan PSU.

Baca juga: Pemberhentian Komisioner KPU Preseden Buruk Bagi Papua

“Intinya, amar putusan MK harus dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari. KPU provinsi akan mendampingi KPUD Teluk Wondama dalam pelaksanaan PSU nanti,” katanya.

Hasil rapat bersama KPUD Teluk Wondama terkait PSU akan disosialisasikan kepada empat paslon yang akan ikut dalam pelaksanaan PSU ini.

“Kita harap PSU berjalan lancar, dan semua pihak menghargai norma hukum yang mengatur proses Pilkada, sehingga PSU dapat berjalan dengan aman dan tertib, tegakkan demokrasi dan keadilan di Papua Bara,” ujarnya.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemungutan suara ulang di 4 tempat pemungutan suara TPS di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Itu diputuskan dalam sidang pembacaan putusan sengketa perselisihan hasil pemilihan (PHP) kepala daerah dengan perkara No. 32/PHP.BUP.-XIX/2021.

MK menyatakan permohonan pemohon terbukti untuk sebagian dan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian karena adanya pelanggaran di empat TPS yakni TPS 5 Wasior, TPS 4 Maniwak, TPS 9 Maniwak dan TPS 14 Maniwak.

“Membatalkan SK KPU Teluk Wondama No. 285 tentang Penetapan Hasil Rekap Suara 16 Des 2020 sepanjang TPS 5 Wasior, TPS 4 Maniwak, TPS 9 Maniwak dan TPS 14 Maniwak. Memerintahkan Pemungutan Suara Ulang di TPS 5 Wasior, TPS 4 Maniwak, TPS 9 Maniwak dan TPS 14 Maniwak, dengan diikuti oleh semua paslon,” ujar Ketua MK Hakim Konstitusi Anwar Usman membacakan putusan di ruang sidang pleno MK, Jakarta, (18/3/2021).

Mahkamah menyatakan pemungutan suara ulang dilaksanakan paling lama 30 hari sejak putusan dibacakan dan menggabungkan hasil pemungutan suara ulang dengan hasil perolehan suara awal dan dituangkan dalam surat keputusan baru tentang penetapan hasil rekapitulasi suara.

Permohonan perkara No.32/PHP.BUP.-XIX/2021 diajukan oleh pasangan calon nomor urut 1 bupati dan wakil bupati Teluk Wondama, Papua Barat Elysa Auri dan Fery Michael Deminikus Auparay.

Mereka mendalilkan adanya pemilih ganda sekurang-kurangnya dua orang pemilih yang terdaftar di TPS yang sama lalu ada pemilih yang terdaftar di TPS yang sama memberikan suara masing-masing satu kali di TPS yang sama dan satu kali lagi di TPS yang berbeda.

Pemohon mengatakan terdapat masalah pada sembilan TPS di Distrik Wasior, di antaranya TPS 05 Desa Wasior II, TPS 05 Desa Maniwak, dan TPS 09 Desa Wasior I. Pemohon sudah melaporkan kepada Bawaslu, tapi tidak ada tindak lanjut.

Untuk itu, melalui petitumnya, Pemohon memohonkan agar Mahkamah memerintahkan KPU Kabupaten Teluk Wondama untuk melaksanakan pemungutan suara ulang sepanjang di TPS pada Distrik Wasior.

Pasangan calon nomor urut 4 yakni Hendrik Syake Mambor dan Andarias Kayukatui memperoleh suara terbanyak pada pilkada Teluk Wondama. Mereka memperoleh 29,5% atau 5.583 suara dari total suara sah.

Adapun selisih suara pasangan calon nomor urut 4 dengan pemohon sebanyak 319 suara, pemohon meraih suara terbanyak kedua dengan perolehan 3.564 atau 27,9%. (*)


Jubi.co.id/ Hans Kapisa/ Edho Sinaga.

Artikel ini telah tayang di laman Jubi.co.id pada tanggal 18 Maret 2021 dengan judul “PSU Pilkada Teluk Wondama tunggu petunjuk KPU RI”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *