Pilkada Serentak 2024 Bakal Jadi Preseden Buruk Pembangunan

Ilustrasi Medcom.id.

Jakarta: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 dinilai bakal menjadi preseden buruk bagi pemerintahan. Sebab, banyak daerah bakal dipimpin oleh penjabat atau pelaksana tugas (Plt) dalam waktu lama.

“Terlalu lama menjadi Plt (pelaksana tugas) juga kan enggak bagus,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada Medcom.id, Jumat, 5 Februari 2021.

Dia menyebut sebanyak tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota di Indonesia bakal dijabat oleh Plt selama dua tahun. Sedangkan, 17 provinsi dan 154 kabupaten/kota akan dipimpin oleh Plt selama setahun.

Ujang mengatakan salah satu kekurangan Plt, yaitu tidak bisa membuat kebijakan. Sehingga, hal itu akan berdampak pada upaya pemajuan daerah.

“Artinya nanti bisa jadi pembangunan daerah bisa tersendat,” kata dia.

Menurutnya, Pilkada Serentak 2024 bakal berdampak pada pemerintah pusat. Sebab, pembangunan akan semakin terhambat.

Baca Juga

“Selama ini saja dipegang oleh Bupati (terpilih) memang pembangunan daerah juga enggak jalan. Apalagi dipegang oleh Plt,” ujar dia.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, jadwal Pilkada Serentak 2022 dan 2023 ditiadakan. Kontestasi bakal dilakukan pada 2024.

Medcom.id/ Anggi Tondi Martaon/ JMS.

Artikel ini telah tayang dilaman Medcom.id pada tanggal 6 Februari 2021 dengan judul “Pilkada Serentak 2024 Bakal Jadi Preseden Buruk Pembangunan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *