Pilkada Sabu Raijua Dinilai Berpeluang Diulang

Mahkamah Konstitusi (Foto: Okezone)

Jakarta: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai punya peluang diulang. Sebab, hasil pilkada di wilayah tersebut digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saat ini permohonan ini masuk ke MK, ruang untuk terjadinya pilkada ulang sangat mungkin,” kata peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil kepada Medcom.id, Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Fadli, MK akan menilai proses dan hasil pilkada. Terlebih pemilihan tersebut tercoreng karena Bupati terpilih Sabu Raijua Orient Patriot Riwu Kore merupakan warga negara asing (WNA).

Fadli menyebut jika perkara ini tidak masuk ke MK, tindakan peyelesaiannya adalah dengan melantik wakil bupati. Orient berpasangan dengan Thobias Uly.
 
“Menurut saya, Pak Orient ini bisa dikategorikan berhalangan tetap. Sehingga tidak bisa dilantik,” ujar Fadli.

MK telah menerima dua perkara sengketa hasil Pilkada Sabu Raijua 2020. Perkara pertama diajukan pesaing Orient di Pilkada Sabu Raijua yakni pasangan calon nomor urut 1 Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale. Perkara kedua diajukan oleh Yanuarse Bawa Lomi, atas nama Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Sabu Raijua (Amapedo).
 
Di sisi lain, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient P Riwu Kore dan Thobias Uly, ditunda Kementerian Dalam Negeri. Penundaan pelantikan pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Demokrat ini diduga karena polemik kewarganegaraan Orient.

medcom.id/Fachri Audhia Hafiez/ADN

Artikel ini telah tayang di laman medcom.id pada tanggal 1 Maret 2021 dengan judul “Pilkada Sabu Raijua Dinilai Berpeluang Diulang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *