Pilkada Kalsel 2020, Bawaslu Banjarmasin Kaji Dugaan Politik Uang yang Menyeret Petugas KPPS

Warga di Kelurahan Basirih Selatan menggunakan hak pilihnya dalam PSU Pilwali Banjarmasin 2020.

Warga di Kelurahan Basirih Selatan menggunakan hak pilihnya dalam PSU Pilwali Banjarmasin 2020.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pilkada Kalsel 2020, Tim hukum pasangan calon (paslon) H Ibnu Sina-Arifin Noor melayangkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin, Selasa (27/4/2021) malam.

Dan laporan yang disampaikan menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020 ini pun bergulir.

Pasalnya Bawaslu Banjarmasin masih memproses laporan yang juga terkait dengan perkara politik uang bahkan menyeret oknum Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ini.

Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani pun menerangkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sementara ini kita lakukan kajian awal. Misalkan ada yang belum lengkap maka kami minta dilengkapi,” ujarnya kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskan juga oleh Subhani bahwa kajian awal terkait laporan tersebut akan dilakukan sekitar dua hari, sebelum diputuskan apakah akan dilanjutkan atau tidak.

“Mungkin besok paling lambat kita melakukan kajian awalnya,” jelasnya.

Laporan dari tim hukum H Ibnu Sina-Arifin Noor ini sendiri terkait adanya oknum yang diduga melakukan politik uang dan juga di antaranya adalah petugas KPPS di tiga kelurahan yang dilakukan PSU.

“Motif mereka, petugas KPPS menyertakan uang dan ajakan untuk memilih salah satu Paslon. Ini ditemukan saat oknum tersebut membagikan undangan pemilihan kepada warga. Ada uang Rp 50 ribu dengan nasi kotak dan ini berjalan masif. 12 orang yang kita laporkan ini adalah koordinatornya,” kata ketua tim Hukum Ibnu-Arifin, Imam Satria Jati.

Imam pun menyayangkan terjadinya hal tersebut. Dia pun berharap kepada Bawaslu agar melakukan investigasi terkait politik uang yang dilakukan oknum tersebut.

“Kami memiliki sekitar 40 saksi yang menyatakan siap memberikan keterangan. Mereka juga menyertakan bukti berupa video ke Bawaslu. Kami yakin dilapangan mungkin ada ribuan orang yang menerima dan kita berharap ini diproses secara hukum,” ucapnya.

Imam juga berharap kepada orang yang menerima uang dari oknum tersebut untuk tidak mengambilnya bahkan melaporkannya ke Bawaslu.

“Penerima apabila melaporkan ke Bawaslu tidak masuk tindak pidananya,” pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)


Banjarmasinpost.co.id/ Tribunnews.com/ Frans Rumbon/ Edi Nugroho.

Artikel ini telah tayang dilaman BanjarmasinPost.co.id pada tanggal 29 April 2021 dengan judul “Pilkada Kalsel 2020, Bawaslu Banjarmasin Kaji Dugaan Politik Uang yang Menyeret Petugas KPPS”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *