Pilkada Indragiri Hulu Diulang 1 TPS, KPU Minta Warga Jangan Diintervensi

Foto: Ilustrasi pilkada (Zaki Alfarabi/detikcom).

Foto: Ilustrasi pilkada (Zaki Alfarabi/detikcom).

Pekanbaru – Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Indragiri Hulu untuk melakukan pemungutan suara ulang di 1 TPS dalam Pilkada Serentak 2020 lalu. KPU Indragiri memastikan akan segera menindaklanjuti putusan itu.

Terkait putusan PSU di TPS 03, Ketua KPU Indragiri Hulu, Yeni langsung berkoordinasi dengan KPU pusat. Mereka segera menyusun tahapan PSU hingga merekrut KPPS baru.

“Pertama kita itu harus menyusun tahapan mulai dari sosialisasi, anggaran, perekrutan KPPS. Kenapa, karena yang lama tidak lagi boleh dipakai,” ujar Yenni kepada detikcom, Rabu (24/3/2021).

Baca Juga:  Patuhi Putusan MK, KPU Sumut Siap Gelar PSU Pilkada di 3 Kabupaten

Yeni menyebut petugas KPPS lama dalam putusan MK tidak boleh dipakai. Sehingga mereka harus merekrut orang baru dalam PSU yang harus dilaksanakan paling lama 30 hari setelah putusan MK.

Alasan KPPS harus dirombak, karena MK menilai mereka tidak menjalankan tugas secara profesional. Sebab telah terjadi penyobekan 76 surat suara di TPS 03 di Desa Ringin, Kecamatan Batang Gangsal.

“Dalam waktu dekat kami konsultasikan ke KPU RI, barulah dilaksanakan PSU di TPS 03 Desa Ringin. Walau hanya satu TPS, ya persyaratan semua sama, hanya waktunya saja diserahkan ke masing-masing daerah,” katanya.

Jelang pelaksanaan PSU, Yeni minta agar masyarakat tenang. Ia juga minta paslon mengikuti aturan. Termasuk tak melakukan intervensi yang menimbulkan ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS.

“Harapan kami masyarakat harap tenang saja, paslon juga harus sesuai tahapan KPU. Kita berharap masyarakat di sana tidak diintervensi atau ada ketakutan saat datang.

Sementara, paslon Rezita Meylani-Junaidi yang sempat ditetapkan unggul oleh KPU Indragiri Hulu menyambut baik keputusan MK. Mereka menilai keputusan PSU sudah tepat.

“Putusan MK sudah tepat agar melakukan pemungutan suara ulang di 1 TPS, yaitu di TPS 03 Desa Ringin. Ini adalah proses pembelajaran bagi penyelenggara pemilu untuk lebih baik,” ujar Asep Ruhiyat selaku Kuasa Hukum paslon nomor 2 tersebut.

Pengacara kondang di Bumi Lancang Kuning itu menyebut ada pihak yang dirugikan akibat kesalahan penyelenggara dengan selisih suara 308 suara itu. Namun, jumlah suara yang akan direbutkan di TPS 03 hanya sebanyak 307 suara.

“Dari awal yang kita takutkan hanya 1 TPS itu. Karena jelas salah, tidak ada alasan pembenar. Walaupun kita berkeyakinan dengan diulangnya di TPS tersebut akan menambah suara paslon nomor 2, tetapi kita sudah rugi di waktu,” katanya.

Kasus itu bermula saat KPU Indragiri Hulu menetapkan pasangan calon nomor urut 2 Rezita Meylani-Junaidi Rachmat (Rajut) sebagai pemenang Pilkada setempat. Pasangan Rezita-Junaidi atau familiar disebut Rajut nomor urut 2 mendapat 50.356 suara

Disusul paslon Rizal Zamzami-Yoghi Susilo 50.048 suara. Kemudian pasangan Irjen Pol (Purn) Wahyu Adi-Supriati meraih 36.156 suara. Lalu pasangan Siti Aisyah-Agus Rianto 35.653 serta paslon dr Nurhadi-Kapten (Pur) Toni Sutianto meraih 17.644 suara.

Hasil Pilkada Inhu tersebut kemudian digugat ke MK. Hasilnya, MK memerintahkan KPU Inhu melakukan pemungutan suara ulang di TPS 03 Desa Ringin.


Detik.com/ Raja Adil Siregar/ Ras/ Gbr.

Artikel ini telah tayang dilaman Detik.com pada tanggal 24 Maret 2021 dengan judul  “Pilkada Indragiri Hulu Diulang 1 TPS, KPU Minta Warga Jangan Diintervensi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *