Pilkada di NTT Diwarnai Tawuran Antar Pendukung, Batu dan Pedang Diamankan Polisi

Tawuran di Malaka (Dokumen Polres Malaka)

KOMPAS.com – Polisi amankan 13 simpatisan pasangan calon (paslon) Pilkada Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang terlibat tawuran, Sabtu (28/11/2020). 

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan senjata tajam hingga batu.

“Ke-13 orang ini diamanakan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam dan kayu bahkan batu,” ujar Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Johannes Bangun.

Kronologi

Menurut Johannes, para pelaku tawuran di Jembatan Benanai, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman.

Mereka berinisial YL (21), DS (20), GS (22), DS (20), OB (25), SK (17), KM (21), ADC (17), HL (18), RA (20), SNL (21), SM (20) dan YU (20).

“Kami tidak akan segan-segan menindak tegas apabila ada tindakan anarkis dari siapapun. Mereka yang melanggar dan membuat keributan saat pilkada akan diproses sesuai dengan standar operasional prosedur,” ujar dia.

Simpatisan paslon

Menurut Johannes, para pelaku diketahui merupakan simpatisan dua paslon bupati dan wakil bupati Pilkada Malaka.

Aksi anarkistis itu mengganggu proses pesta demokrasi pilkada serentak tahun 2020 di wilayah NTT.

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, menurut Johanes, telah tegas memerintahkan untuk menindak aksi anarkis yang mengganggu keamanan warga selama proses Pilkada Malaka.

Kompas.com/Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere/ Robertus Belarminus/ Michael Hangga Wismabrata.

Artikel ini telah tayang dilaman Kompas.com pada tanggal 29 November 2020 dengan judul “Pilkada di NTT Diwarnai Tawuran Antar Pendukung, Batu dan Pedang Diamankan Polisi “, 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *