Petahana Pilkada Dumai Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu

Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Dumai: Petahana calon Wali Kota Dumai nomur urut 2 yang juga Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Pilkada Dumai 2020.

Politisi Partai Demokrat itu diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang Pilkada oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Dumai, lantaran melibatkan aparatur sipil negara (ASN) saat kampanye.

“Sudah diterima SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Polres Dumai atas tersangka ES (Eko Suharjo),” kata Koordinator Gakkumpu Kota Dumai Agung Irawan, Rabu, 21 Oktober 2020.

Adapun penetapan tersangka terhadap calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo telah dilakukan pada Senin, 19 Oktober 2020, atas laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Dumai ke kepolisian.

Berdasarkan aduan Bawaslu, pasangan calon (Paslon) Wali Kota Dumai nomor urut 2, Eko Suharjo-Sarifah, diduga melakukan pelanggaran saat kampanye dialogis paslon di Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ihsan (STDI), Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau.

Ketika itu Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Dumai Barat menemukan ASN berinisial DF dan MS. Kedua ASN itu ikut mendeklarasikan paslon tersebut.

Sesuai Pasal 189 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, tersangka pelanggar pemilu Eko Suharjo diancam penjara selama satu bulan dan paling lama enam bulan penjara dan denda paling sedikit sebesar Rp600 ribu hingga Rp6 juta.

Medcom.id/ Mediaindonesia.com/ MEL.

Artikel ini telah tayang dilaman Medcom.id pada tanggal 21 Oktober 2020 dengan judul “Petahana Pilkada Dumai Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *