Penghitungan Surat Suara PSU Pilkada Banjarmasin Sempat Alot

JawaPos.com–Penghitungan surat suara hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kota Banjarmasin 2020, di tiga kelurahan, sempat alot. Penghitungan itu untuk rekapitulasi tingkat kecamatan.

Rekapitulasi hasil penghitungan suara PSU pasca putusan Mahkamah Konsitusi (MK) pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin 2020 di Kecamatan Banjarmasin Selatan dilangsungkan pada 29–30 April. Penghitungan hari kedua pasca PSU tersebut pada Rabu (28/4) di tiga kelurahan. Yakni Mantuil, Murung Raya, dan Basirih Selatan.

Penghitungan tersebut terbilang lamban, karena terjadinya kesalahan prosedur saat pelaksanaan pungut hitung di salah satu tempat pemungutan suara (TPS). Menurut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin Syafruddin Akbar, satu TPS yang ada masalah tersebut di Kelurahan Basirih Selatan. yakni adanya 10 orang pemilih yang mencoblos namun tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut.

”Karena terjadinya masalah itu, hingga masing-masing saksi pasangan calon mempertahankan bagaimana prosedur, hingga terjadi perdebatan alot,” tutur Akbar seperti dilansir dari Antara.

Karena itu, KPU turun tangan untuk menyudahi perdebatan yang alot tersebut. Menurut Akbar, dalam daftar pemilih tetap setiap TPS tidak ada penambahan atau pengurangan jumlah pemilih. Hanya saja peristiwa yang terjadi di satu TPS tersebut dibukukan dalam kejadian khusus pada saat proses rekapitulasi ditetapkan.

”Jadi kalau ada kesalahan prosedur lapangan, solusinya akan dimuat dalam berita acara adanya kejadian khusus pada formulir C kejadian khusus,” terang Akbar.

Dia pun memastikan, proses penghitungan manual di tingkat kecamatan itu bisa rampung, hingga bisa berlanjut rekapitulasi di tingkat kota yang dijadwalkan 1 hingga 3 Mei. ”Kiranya hanya ada satu masalah tadi terkait rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan ini, kita bisa pastikan lancar ke tingkat kota sesuai jadwal,” tutur Akbar.

Sementara itu, dari hitungan cepat yang dirangkum pada 80 TPS yang melaksanakan PSU di tiga kelurahan tersebut, pasangan nomor urut 4 Ananda dan Mushaffa Zakir (AnandaMu) meraih suara terbanyak dengan sekitar 66,35 persen atau sebanyak 11.834 suara, disusul paslon nomor urut 2, Ibnu Sina dan Arifin Noor meraih sekitar 28,13 persen atau 5.018 suara.

Posisi ketiga ditempati paslon nomor urut 3 Khairul Saleh dan Habib Muhammad Ali Alhabsy dengan meraih 573 atau 3,21 persen, kemudian paslon nomor urut 1 Haris Makkie dan Ilham Noor meraih 412 atau 2,31 persen dari total suara sebanyak 17.837 suara.

Meski menang dalam PSU, dari hasil hitungan cepat penjumlahan semua perolehan suara, pasangan Ibnu-Arifin tetap di urutan atas meraih total sebanyak 89.404 suara atau 37,96 persen. Pasangan AnandaMu meraih 81.359 suara atau 34,54 persen. Sementara itu, Haris-Ilham di posisi tiga terbanyak yakni 34.860 suara atau 14,80 persen, sedangkan Khairul-Habib Muhammad berada di urutan akhir dengan meraih sebanyak 29.917 suara atau 12,70 persen.

jawapos.com/Antara/Latu Ratri Mubyarsah

Artikel ini telah tayang di laman jawapos.com pada tanggal 1 Mei 2021 dengan judul “Penghitungan Surat Suara PSU Pilkada Banjarmasin Sempat Alot”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *