Paslon Protes soal Debat Kandidat Pilkada Pangandaran Digelar di Bandung

Ilustrasi (Foto: Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)

Pangandaran¬†–¬†Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran merencanakan hendak menggelar debat kandidat pasangan bupati dan wakil bupati Pangandaran di Kota Bandung. Debat kandidat Pilkada Pangandaran 2020 itu dijadwalkan berlangsung di salah satu stasiun televisi.

Namun rencana debat yang dijadwalkan digelar pada 18 November 2020 itu menuai protes dari kedua pasangan calon (paslon). Protes itu disebabkan karena rencana tempat pelaksanaan di Kota Bandung, tidak di Pangandaran.

“Sebagai calon, saya kecewa. Mengapa debat kandidat harus dilaksanakan di Bandung,” kata Calon Bupati Jeje Wiradinata, Sabtu (7/11/2020).

Jeje menjelaskan debat kandidat ini adalah tahapan Pilkada dimana rakyat bisa memberikan penilaian terhadap kemampuan dan kapasitas calon bupati. “Jelas akan berbeda gregetnya apabila dilaksanakan di Pangandaran dan di Bandung. Kalau di Pangandaran masyarakat bisa berkumpul menyaksikan debat kandidat. Berbeda dengan di Bandung, masyarakat tidak akan merasakannya. Ada sesuatu yang berbeda tentu dengan lima tahun yang lalu,” tutur Jeje.

Dia mengingatkan agar siaran langsung acara debat harus bisa diakses oleh seluruh televisi masyarakat Pangandaran. “Debat kandidat ini kan agar masyarakat bisa melihat penampilan, konsep pemikiran dan adu gagasan satu sama lain. Sekarang zaman sudah canggih, saya saja kampanye melalui daring. Ngapain kita capek-capek ke Bandung, debat kandidat ini kan untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran,” ujar Jeje.

Keberatan pun juga disampaikan oleh Ketua Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari-Supratman, Mohammad Taufik. “Yang mau Pilkada itu kan di Pangandaran, bukan di Bandung,” ucap Taufik.

Alasan keberatan, menurut Taufik, selain memerlukan anggaran selama pelaksanaan debat di Bandung, juga kondisi pandemi Corona yang menjadi pertimbangan. “Mendingan kalau memperhatikan protokol kesehatannya. Dengan mengerahkan tim ke Bandung saja harus mengeluarkan anggaran lagi. Dulu juga kan digelar di Pangandaran, kenapa harus di Bandung,” tutur Taufik.

Sementara saat dikonfirmasi masalah ini, Muhtadin mengatakan lokasi pelaksanaan debat kandidat di Bandung belum dipastikan. Meski sebelumnya dia sudah menyampaikan rencana itu ke publik.

“Kami masih menunggu informasi dari Sekretariat KPU dan lembaga penyiaran televisi pemenang lelang, mengenai kepastian tempat pelaksanaan debat kandidat,” kata Muhtadin.

Namun alasan mengapa debat kandidat rencananya dilaksanakan di Bandung, menurut Muhtadin untuk menghindari kerumunan saat pelaksanaan debat berlangsung. “Nanti yang diundang ke studio juga kan dibatasi paling cuma 17 orang termasuk dari jajaran KPU dan disiarkan melalui televisi nasional,” ujar Muhtadin.

Detik.com/ Faizal Amiruddin/ bbn/ bbn.

Artikel ini telah tayang dilaman Detik.com pada tanggal 7 November 2020 dengan judul “Paslon Protes soal Debat Kandidat Pilkada Pangandaran Digelar di Bandung”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *