Paslon Pilgub Sumbar Mulyadi-Ali Dilaporkan ke Bareskrim

Cagub-cawagub Sumbar Mulyadi dan Ali Mukhni (Foto: Istimewa)
Cagub-cawagub Sumbar Mulyadi dan Ali Mukhni (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni dilaporkan ke Bareskrim Polri. Mereka dilaporkan atas dugaan tindak pidana pemilihan umum.

Penasihat hukum pelapor Yogi Ramon Setiawan, Maulana Bunggaran, mengatakan kliennya sebelumnya sudah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu RI dan saat ini sudah dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut sudah mendapatkan LP dari Bawaslu bernomor 14/LP/PG/RI/00,00/XI/2020.

“Hari ini kami mendampingi pelapor dalam kasus dugaan kampanye di luar jadwal yang diduga dilakukan oleh salah satu calon Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni dengan kampanye di luar jadwal yang ditentukan,” kata Maulana di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020).

“Sebagaimana diketahui, kampanye untuk media elektronik itu dilakukan mulai tanggal 22 November sampai 2 Desember. Jadi dugaan itu kami sudah lapor ke Bawaslu RI kemudian sekarang perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Bareskrim Mabes Polri,” lanjutnya.

Maulana menuturkan, Bareskrim Polri hari ini menjadwalkan pemeriksaan pelapor dan para saksi. Maulana menyebut pasangan Mulyadi-Ali telah kampanye di luar jadwal lewat tayangan di sebuah program TV.

“Hari ini agendanya pemeriksaan pelapor beserta saksi-saksi. Kampanye di luar jadwal melalui media elektronik dalam acara Coffee Break TV One pada tanggal 12 November 2020,” ujarnya.

Maulana menjelaskan, dalam tayangan di program tersebut, Mulyadi-Ali menyampaikan visi-misi mereka. Kemudian, kata Maulana, ada juga slogan dari Paslon tersebut yang ditampilkan saat acara berlangsung.

“Ada… slogan yang digunakan calon Gubernur tersebut. Kedua di dalam materi dari acara tersebut diduga merupakan penyampaian program ataupun visi maupun misi dari calon,” tuturnya.

Lebih lanjut Maulana mengatakan, pihaknya juga sudah melampirkan beberapa bukti terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Mulyadi-Ali. Salah satunya rekaman video program tersebut yang diperoleh dari YouTube.

“Di Gakkumdu ya udah diperiksa dari Minggu lalu udah maraton pemeriksaan pelapor serta saksi-saksi. Kami sudah melampirkan bukti-bukti, salah satunya adalah rekaman video maupun channel YouTube-nya. Terus yang kami sampaikan beberapa bukti terkait diantaranya, visi-misi program dari paslon tersebut,” imbuhnya.

Seperti diketahui, paslon Mulyadi-Ali mendapat dukungan di Pilkada Sumbar dari dua partai. Partai tersebut adalah Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sejatinya Mulyadi-Ali juga mendapat dukungan dari PDIP, namun saat itu Puan Maharani mengeluarkan pernyataan ‘semoga Sumbar menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila’. Setelah pernyataan itu menjadi polemik, Mulyadi-Ali kemudian memilih untuk tidak mengambil dukungan dari PDIP.

Detik.com/ Kadek Melda Luxiana/ aud/ aud.
 
Artikel ini telah tayang dilaman Detik.com pada tanggal 23 November 2020 dengan judul “Paslon Pilgub Sumbar Mulyadi-Ali Dilaporkan ke Bareskrim”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *