Mendagri: Pilkada 2020 Sukses karena Banyak Terobosan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan kuliah umum kepada peserta kuliah umum praja IPDN Jatinangor, Jatinangor, Sabtu (7/11/2020). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengklaim keberhasilan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 karena banyak terobosan yang dilakukan. Di antaranya membatasi jumlah peserta kampanye maksimal hanya 50 orang.

“Kampanye yang dulunya mengumpulkan orang banyak diganti terbalik. Kita atur yang bergerak tim sukses ke masyarakat pemilih, ada batasan 50 orang,” kata Tito di Jakarta, Minggu (20/12/2020).

Ia menjelaskan terobosan lain adalah pada pemungutan suara tanggal 9 Desember 202. Pemilih diatur jam kedatangannya. Pengaturan itu seperti antre saat berobat ke dokter yang sudah ditentukan tiap pasien. Akibatnya, pemilih tidak menumpuk pada jam tertentu saja, terutama pagi hari.

“Bagaimana di hari H, 100 juta lebih pemilih yang datang ke TPS (tempat pemungutan suara) dikelola dengan baik. Dikelola supaya tidak terjadi kerumunan besar. Ini sebuah terobosan besar,” jelas Tito.

Mantan Kapolri ini menyebut Pilkada 2020 adalah pemilihan terbesar kedua di dunia (the second biggest in the world) pada tahun 2020. Namun yang membanggakan adalah pilkada bisa dilaksanakan ditengah penyebaran Covid 19 dan berjalan aman, tertib serta tidak melahirkan klaster baru penyebaran Covid 19.

Dia menegaskan partisipasi Pemilihan Presiden di Amerika Serikat pada November 2020 mencapai 66,9%. Angka partisipasi itu adalah tertinggi selama 120 tahun. Demikian juga Korea Selatan yang menggelar Pemilu Legislatif pada tahun ini. Angka partisipasi pemilih mencapai 66,2% dan tertinggi selama 28 tahun.

Namun hasil di Amerika dan Korea itu masih kalah dengan pelaksanaan Pilkada 2020. Hal itu karena partisipasi pemilih lebih kurang 75,83%. Angka itu lebih tinggi dari Pilkada tahun 2015 yang hanya 69%. “Jadi kita naik lebih kurang 7% menjadi 76% dari Pilkada 2015. Itu jauh di atas Amerika, jauh di atas Korea. Inilah inovasi di bidang sistem politik dan ini menjadi tanggung jawab kita semua,” tutur Tito.

Dia menyebut pada tahun 2020 ini, terdapat 96 negara yang melaksanakan pemilihan, baik nasional atau lokal. Dari 96 negara tersebut, pemilihan terbesar adalah Amerika Serikat. Setelah itu, Pilkada di Indonesia dengan total pemilih 100,3 juta.

Dia menambahkan Pilkada Serentak 2020, bisa menjadi model untuk pilkada atau pemilu di tahun-tahun mendatang. Pasalnya, meski masih terjadi pandemi Covid 19, partisipasi masyarakat tetap tinggi. Hal itu karena ada sejumlah terobosan seperti adanya model baru dalam kampanye berupa kampanye dalam jaringan (daring). Kemudian pengaturan jam yang membuat tidak terjadi kerumunan di TPS. Pengaturan itu membuat kerja petugas TPS menjadi lebih ringan.

BeritaSatu.com/ Robertus Wardi / WBP.

Artikel ini telah tayang dilaman Beritasatu.com pada tanggal 20 Desember 2020 dengan judul “Mendagri: Pilkada 2020 Sukses karena Banyak Terobosan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *