KPU Sabu Raijua Bantah Lalai dan Tak Cermat karena Loloskan WN AS Jadi Paslon

Ketua Majelis Hakim Saldi Isra (tengah) didampingi hakim konstitusi Enny Nurbangingsih (kanan) dan Suhartoyo memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Sabu Raijua, NTT 2020 di Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Ketua Majelis Hakim Saldi Isra (tengah) didampingi hakim konstitusi Enny Nurbangingsih (kanan) dan Suhartoyo memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Sabu Raijua, NTT 2020 di Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Status Bupati terpilih, Orient Patriot Riwu Kore, sebagai WN Amerika Serikat (AS) membuat Pilkada Sabu Raijua berbuntut gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terdapat 2 pemohon, salah satunya paslon rival Orient yakni Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Yly Kale, yang meminta MK membatalkan kemenangan jagoan PDIP, Gerindra, dan Demokrat itu di Pilkada Sabu Raijua.

Dalam gugatannya, kuasa hukum paslon Nikodemus-Yohanis, Adhitya Anugrah Nasution, menilai KPU Sabu Raijua tak cermat dalam meneliti identitas Orient selama proses Pilkada. Alhasil, kewarganegaraan Orient yang merupakan WN AS baru diketahui pada awal Februari lalu.

Dalil paslon Nikodemus-Yohanis tersebut dibantah KPU Sabu Raijua selaku Termohon. Kuasa hukum Sabu Raijua menolak dianggap lalai dan tidak cermat dalam memverifikasi berkas pencalonan Orient.

Baca Juga: Sengketa Hasil Pilkada, MK Minta KPU Sabu Raijua Jelaskan Proses Verifikasi dan Tahap Pemilihan

KPU Sabu Raijua Bantah Lalai dan Tak Cermat karena Loloskan WN AS Jadi Paslon (1)
Kuasa hukum KPU Sabu Raijua. Foto: Youtube/Mahkamah Konstitusi RI

“Termohon keberatan terhadap tuduhan kelalaian dan ketidakcermatan Termohon, bahkan tudingan adanya pelanggaran administrasi oleh Termohon,” ujar kuasa hukum KPU Sabu Raijua di sidang MK, Jakarta, Senin (15/3).

Pihak KPU Sabu Raijua menegaskan telah meneliti seluruh berkas pencalonan Orient, serta menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Sabu Raijua untuk menelusuri keabsahan dokumen e-KTP milik Orient pada 16 September 2020.

“Hasil verifikasinya apa?” tanya Hakim Saldi Isra.

“Hasilnya terdaftar Orient sebagai WNI,” ucap kuasa hukum KPU Sabu Raijua.

“Dari Dukcapil?” tanya Hakim Saldi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *