Komisioner KPU: Demokrasi di Indonesia Stagnan Bahkan Tunjukkan Degradasi

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan demokrasi Indonesia saat ini mengalami stagnasi, bahkan menunjukkan tanda-tanda degradasi atau penurunan.

“Indikasi tanda-tanda demokrasi kita mengalami stagnasi atau degradasi itu sebenarnya sudah diungkap oleh pengamat Marcus Mietzner, di jurnal democratization tahun 2012,” kata Pramono dalam diskusi bersama Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Minggu (7/2).

Pramono menuturkan, dalam buku itu Marus Mietzner menyebut ada tiga aspek pemicu demokrasi Indonesia mulai stagnan. Mulai dari aspek di bidang antikorupsi, kemudian perlindungan hak terhadap kaum minoritas, dan ketiga dalam aspek kepemiluan.

Baca Juga:

“Dalam 3 aspek itu Mietzner, menyampaikan kesimpulan stagnasi di Indonesia bukan dari yang selama ini disampaikan oleh para ilmuwan, bukan karena menurunnya dukungan publik,” ucap Pramono.

“Di Indonesia kalau kita melihat polling dukungan demokrasi masih tinggi. Jadi stagnasi demokrasi itu adalah karena kelompok elite antireformasi, elite jadi konservatif tidak melihat bangunan politik secara luas dalam konteks reformasi elektoral,” tambah dia.

Namun, meski demokrasi Indonesia mengalami stagnasi, Pramono yakin sistem demokrasi masih bisa berjalan dengan baik. Sebab banyak masyarakat sipil terus berupaya mengawal agar demokrasi berjalan sesuai dengan aturan berlaku.

“Dalam kesimpulannya, Mietzner menyebut muncul kekuatan sipil yang mempertahankan demokrasi, jadi istilah Mietzner itu civil society sehingga demokrasi kokoh mampu bertahan,” tutur Pramono.

“Itu kita lihat kekuatan masyarakat sipil terbukti beberapa momen ketika RUU Pemilu sejak 2004 tetapi masyarakat sipil di garis depan menchallage aturan yang bertentangan dengan demokrasi ke MK dan dalam banyak kasus dikabulkan,” pungkas Pramono.

Konten ini diproduksi oleh kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *