Klarifikasi Intimidasi pada Pilkada 2020, Ini Jawaban Menohok Bupati Rembang Abdul Hafidz

Ilustrasi (Dok. Okezone)

REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang juga calon Bupati pada Pilkada 2020, mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Rembang, Kamis 28 Januari 2021. Kedatangan Hafidz guna mengklarifikasi tuduhan melakukan intimidasi pada agen e-Warung se Kecamatan Sluke agar mendukungnya saat Pilkada 2020 lalu.

Menyusul adanya laporan dari masyarakat yang diterima oleh pihak Bawaslu, Jumat 22 Januari 2021, lalu. “Sebenarnya meminta keterangan Bupati seperti ini harus izin Kementerian Dalam Negeri dulu. Tapi ini saya tetap datang ke Bawaslu, biar cepat selesai, “ ujarnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz seusai memberikan keterangan menyampaikan masyarakat datang ke rumahnya di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan sebelum coblosan Pilkada sangat banyak. Warga biasanya menggelar doa bersama dan shalawatan.

Ia sama sekali tidak pernah mengintimidasi atau menekan-nekan mereka untuk memilih pasangan Hafidz–Hanies.

“Ya enggak, untuk apa saya intimidasi, gitu-gitu itu bukan tipe saya. Kalau saya mau nyari-nyari kesalahan, ya banyak mas. Tapi buat apa, kita gentle saja. Jangan saling menyalahkan, jangan saling sliding, kan komitmen kita dari awal, “ kata Hafidz.

Menurutnya, di alam demokrasi ini masyarakat bebas memilih. Apalagi agen e-Warung dibentuk oleh BNI, sedangkan Pemkab Rembang sebatas memonitor saja.

“Enggak ada urusan antara e-Warung dengan Bupati. Mereka yang membentuk BNI, Pemda hanya memonitor perjalanan di lapangan. Itu pun sudah kita delegasikan sama pak Sekda dan Dinas Sosial, “ katanya.

Baca Juga

Apakah Bupati akan melaporkan balik karena namanya masih saja dikait-kaitkan, Hafidz menegaskan tidak perlu. Ia menganggap mereka juga bagian dari warga Kabupaten Rembang.

“Semua warga Rembang, demi Rembang. Ya sudahlah nanti 5 tahun lagi kan ada forumnya lagi kan, “ ujarnya tersenyum.

Hafidz sempat menunjukkan sejumlah foto, seperti oknum agen e-Warung foto bareng dengan calon yang menjadi lawannya dalam Pilkada lalu. Ada pula oknum pegawai negeri pasangan suami isteri berpose salam 1 jari, identik dengan nomor pasangan Harno – Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *