Kemendagri Pantau Langsung Pilkada Medan, Ini Dua Alasannya

Kedua pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kiri) Salman Alfarisi (kedua kiri) dan Bobby Nasution (kedua kanan) Aulia Rahman (kanan) memegang nomor urut disaksikan komisioner KPU dan Bawaslu Kota Medan pada Pengundian Nomor Urut Pilkada, di Medan, Sumatera Utara, Kamis 24 September 2020. ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi
Kedua pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kiri) Salman Alfarisi (kedua kiri) dan Bobby Nasution (kedua kanan) Aulia Rahman (kanan) memegang nomor urut disaksikan komisioner KPU dan Bawaslu Kota Medan pada Pengundian Nomor Urut Pilkada, di Medan, Sumatera Utara, Kamis 24 September 2020. ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi

TEMPO.CO, Medan – Kepala Seksi Evaluasi Kinerja Daerah II Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), William, ikut dalam rapat desk Pilkada Medan 2020 untuk persiapan akhir di kantor Wali Kota Medan, Selasa, 8 Desember 2020. Ia bertugas mendapat tugas yang jalannya Pilkada Medan dengan alasan salah satu calon (paslon) adalah menantu Presiden Jokowi.

“Kita diberi amanat harus ada orang dari Kemendagri yang ikut dalam Pilkada Medan. (Alasan) Kedua, tingkat Partisipasi dalam Pilkada ini juga harus terus ditingkatkan,” kata William, Selasa kemarin.

Dia persentase tingkat 77,5 persen sesuai yang ditargetkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika terpenuhi, maka paslon yang terpilih memiliki derajat legitimasi yang tinggi.

Tampaknya saat penyelenggaraan pemerintahan, kandidat yang terpilih akan membentuk sistem pemerintahan yang baik dari segi birokrat, pelayanan dan perencanaan pembangunan. “Itu yang diharapkan dari Kota Medan perang pembangunan Kota Medan lebih baik lagi. Stabil dan lancar pelaksanaan pilkadanya,” ucap William.

Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan Pembaharuan pemerintahan Parapat yang rapat yang berwenang untuk meningkatkan partisipasi pemilih terus mereka dilakukan. Jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.601.001, terdiri dari 781.953 pria dan 819.048 wanita. Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 4.303 orang yang terkenal di 151 Kelurahan di Kota Medan.

Pastikan juga distribusi logistik berjalan tanpa jaminan. Jangan sampai kita semangat siapkan, pemilih tapi pemilih rendah, ”kata Renward.

Perwakilan dari Polrestabes Medan H Saragih menambahkan Polri dan TNI mendukung penuh Pilkada Medan. Kepolisian melakukan pengawalan dalam distribusi logistik. Menurutnya, sektor keamanan sampai hari ini belum ada ancaman dan gangguan. Pengamanan akan dilakukan sampai tahapan pemilu selesai.

“Dalam menjalankan tugas, kami sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan. Pagi pukul 06.00 WIB, kami telah melaksanakan tugas pengamanan, termasuk di TPS,” kata Saragih.

Pilkada Medan 2020 diikuti dua kandidat. Pasangan calon nomor urut satu adalah Akhyar Nasution – Salman Alfarisi (AMAN) yang didukung Partai Demokrat dan PKS. Paslon nomor urut dua Bobby Nasution – Aulia Rachman yang didukung PDI-P, Gerindra, PAN, PPP, PSI, Hanura, Golkar dan NasDem. Bobby Nasution adalah suami dari Kahiyang Ayu, anak Presiden Jokowi.  

Tempo.co/ Antara/ Aditya Budiman.

Artikel ini telah tayang dilaman Tempo.co pada tanggal 9 Desember 2020 dengan judul “Kemendagri Pantau Langsung Pilkada Medan 2020”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *