Jejak Politik Sri Wahyumi Manalip, Dipecat PDIP Lompat ke Hanura, Kalah Pilkada dan Ditangkap KPK

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Sri Wahyumi Manalip, Mantan Bupati Kepulauan Talaud kembali ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, pasca-bebas dari penjara kasus suap proyek pasar di Talaud.

KPK memproses kasus dugaan korupsi lain yang melibatkan Sri Wahyumi ketika menjabat Bupati Talaud.

Sri Wahyumi memang sosok yang kontroversi selama menjabat Bupati Talaud

Satu di antara jejak kiprah politiknya yang kontroversi.

Ia pernah berseteru langsung dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang juga Ketua DPD PDIP Sulut

Sri Wahyumi pernah menjadi kader PDI Perjuangan.

Sri kabarnya tak aktif di kegiatan partai, padahal ia menjabat Ketua DPC PDIP Talaud.

Sri kemudian dipecat PDIP, 4 Agustus 2017.

Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019) malam. Wahyumi tiba dengan menggunakan mobil tim KPK sekitar pukul 20.17 WIB.
Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019) malam. Wahyumi tiba dengan menggunakan mobil tim KPK sekitar pukul 20.17 WIB. ((DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com))

Awal karir Sri Wahyumi sebenarnya cukup gemilang, ia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Talaud.

Ketika maju Pilkada Talaud 2013, Sri Wahyumi berpasangan dengan Petrus Tuange diusung Partai gabungan.

Pasangan ini menang atas Petahana Constantin Ganggali-Yongker Papia dan Serly Tjanggulung-Carlos Udang.

Terpilih jadi Bupati Talaud, Sri Wahyumi kemudian bergabung dengam PDI Perjuangan. Ia dipercaya menjabat Ketua DPC PDIP Talaud

Kisah mesra PDIP dan Sri Wahyumi  tak bertahan lama. istri dari Hakim Armando Pardede ini malah dipecat PDIP.

Di Pilkada 2018, Sri Wahyumi berstatus petahana berpasangan dengan Gunawan Talenggoran maju dari jalur perseorangan.

Ia menghadapi pendahulunya eks Bupati Talaud Elly Lasut berpasangan dengan Mochtar Parapaga

Sementara partai lamanya PDIP mengusung Welly Titah – Heber Pasiak.

Di ajang itu, Sri Wahyumi akhirnya menelan kekalahan. Pilkada dimenangkan Elly Lasut-Mochtar Parapaga.

Di sisa akhir masa jabatannya sebagai Bupati, Sri mendadak hengkang ke Partai Hanura tahun 2018.

Ketika ditangkap KPK pertama kali tahun 2019 karena kasus suap proyek pasar di Talaud, Sri Wahyumi masih tercatat sebagai kader Partai Hanura.

Karir politiknya tamat setelah harus mendekam dijeruji besi. Tak sampai akhir masa jabatannya sebagai Bupati, Sri Wahyumi dipaksa lengser

Sekira 2 tahun lamanya ia habiskan dalam penjara. Ia sempat menghirup udara bebas, namun tak lama, kembali dicokok KPK atas dugaan kasus korupsi ketika masih menjadi Bupati Talaud. (ryo)


Tribunmanado.co.id/ Tribunnews.com/ Ryo_Noor/ David_Kusuma.

Artikel ini telah tayang dilaman TribunManado.co.id pada tanggal 30 April 2021 dengan judul “Jejak Politik Sri Wahyumi Manalip, Dipecat PDIP Lompat ke Hanura, Kalah Pilkada dan Ditangkap KPK”. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *