Hadiri Sidang MK, BW Minta Batalkan Hasil Pilkada Kalteng

Bambang Widjanarko (BW) dalam Sidang Pendahuluan Gugatan Pemilukada di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu (27/1/2021). Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hadiri Sidang MK, BW Minta Batalkan Hasil Pilkada Kalteng, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/01/27/hadiri-sidang-mk-bw-minta-batalkan-hasil-pilkada-kalteng. Editor: Hasanudin Aco

Bambang Widjanarko (BW) dalam Sidang Pendahuluan Gugatan Pemilukada di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu (27/1/2021).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Bambang Widjayanto menduga telah terjadi pelanggaran aturan Pemilukada secara terstruktur, sistematis dan masif saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah 2020.

Ia meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan nomor urut 02 Sugianto-Sabran dan membatalkan hasil rekapitulasi KPU Provinsi Kalimantan Tengah.

“Diduga kuat pasangan Sugianto-Sabran melakukan kecurangan terstruktur, sistematis dan massif sebagai petahana. Ini pernah dilakukannya 10 tahun lalu saat pemilihan Bupati Kotawaringin Barat tahun 2010 dan saat itu MK membatalkan kemenangannya. Kami minta MK mengeluarkan keputusan yang sama untuk hasil Pilkada Kalteng,” ujar Bambang Widjanarko (BW) dalam Sidang Pendahuluan Gugatan Pemilukada di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga

Bambang yang mewakili pasangan paslon urut 01, Ben Ibrahim-Ujang Iskandar mengatakan salah satu pelanggaran yang diduga dilakukan pasangan Sugianto-Sabran adalah politik uang.

Menurut dia, petahana diduga melakukan penyalahgunaan struktur dan birokrasi serta program Pemerintah Daerah serta program bantuan penanggulangan Covid- 19.

“Bantuan sosial Tahap 1 dan 2 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan LKSA berupa sembako, Bantuan BKAD dalam bentuk tunai kepada PKM, bantuan dana kuliah, dan dugaan pelanggaran politik uang lainnya,” ujar BW. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *