Geger Guru SD-SMP Diminta Isi Angket Dukungan Pilkada Pandeglang

Angket yang salah satu pertanyaannya berkaitan Pilkada Pandeglang. Formulir digital ini diterima guru SD dan SMP di Pandeglang. (Foto: tangkapan layar Google Form)

Angket yang salah satu pertanyaannya berkaitan Pilkada Pandeglang. Formulir digital ini diterima guru SD dan SMP di Pandeglang. (Foto: tangkapan layar Google Form)

Pandeglang – Guru-guru di tingkat SD-SMP di Pandeglang dibuat heran dengan angket yang disebar di lingkungan sekolah. Angket berisi pertanyaan yang menyinggung soal dukungan untuk Pilkada Pandeglang.

Angket disebar dengan lima pertanyaan di Google Form. Pertama, pengisi angket ditanya identitas pekerjaan apakah sebagai kepala TK/PAUD, kepala SD, kepala SMP, guru TK/PAUD, guru SD, guru SMP, operator TK/PAUD, operator SD/SMP, atau tenaga administrasi SD/SMP.

Pertanyaan kedua sampai keempat diisi dengan pilihan di mana alamat tugas berdasarkan kecamatan dan kelurahan/desa dan unit kerja atau sekolah yang menjadi tempat bekerja. Terakhir, pertanyaan soal siapa yang layak memimpin Kabupaten Pandeglang untuk pembangunan 2021-2025.

Baca Juga

Di kolom jawaban pertanyaan ini, ada dua jawaban yang harus dipilih yaitu apakah pasangan Irna Narulita-Tanto Warsono Arban atau Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy. Kedua nama itu adalah nama pasangan di Pilkada 2020 yang berdasarkan hasil hitungan di KPU suara terbanyak ada di petahana Irna-Tanto.

Seorang guru SMP yang minta namanya tidak disebutkan dengan alasan tertentu menceritakan soal angket yang tersebar sejak Rabu (10/2) kemarin. Ia mengaku menerima dan diminta untuk mengisi angket oleh kepala sekolah. Angket disebar kepala sekolah ke WhatsApp grup guru dan berdasarkan pengakuannya adalah instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang.

“Setelah kita lihat di dalamnya ada kata-kata yang menyatakan Pandeglang lebih layak dipimpin oleh siapa. Di situ pilihannya ternyata kandidat yang kemarin ikut Pilkada. Kita kan heran, Pilkada udah lewat kok. Link surveinya baru dikirim sekarang, kalau pertanyaan seperti itu harusnya seminggu sebelum pilkada atau sebulan sebelum Pilkada,” ujarnya kepada detikcom, Kamis (11/2/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *