Drama Politik AS Memanas Usai Trump Dikalahkan Biden, SBY: Ini Petaka Bagi AS, Politiknya Terbelah

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) komentari drama politik AS. /Facebook Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) komentari drama politik AS. /Facebook Susilo Bambang Yudhoyono

PIKIRAN RAKYAT – Pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat diwarnai dengan berbagai insiden usai Joe Biden dinyatakan mengantongi suara tertinggi.

Donald Trump yang kalah telak dari Joe Biden merasa tak terima dan menuding lawannya melakukan kecurangan dengan surat suara.

Demi membuktikan klaim tersebut, Donald Trump bahkan rela menempuh jalur hukum untuk melaporkan kecurigaannya itu.

Sayangnya klaim Trump tersebut ditolak oleh pengadilan dan Joe Biden dinyatakan tidak melanggar aturan.

Meski Trump mengakui kekalahannya, namun ia justru menolak menghadiri pelantikan presiden dan ogah memberi selamat kepada Biden.

Bahkan sejumlah penggemar Trump garis keras rela mengepung Gedung Capitol lantaran tak terima dengan kemenangan Biden.

Perpecahan AS setelah pilpres tersebut turut disorot Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY mengungkapkan pandangannya lewat sebuah utas di akun Twitter resminya @SBYudhoyono pada Rabu, 20 Januari 2021.

Menurutnya, masyarakat dunia bisa memetik banyak pelajaran terkait drama politik di AS.

Bagi para pencinta demokrasi, drama politik di AS saat ini dapat dipetik pelajarannya. Pertama, sistem demokrasi tidaklah sempurna, terutama implementasinya,” ujar SBY seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitternya.

Ada wajah baik & wajah buruk dalam demokrasi. Namun, tidak berarti sistem otoritarian & oligarki lebih baik. *SBY*” tulisnya.

SBY merasa bahwa seorang pemimpin harus bicara jujur kepada rakyatnya. Perkataan seorang pemimpin memiliki dampak yang sangat besar.

Ucapan Trump soal kecurangan pilpres AS bahkan sampai menimbulkan kemarahan besar rakyat hingga melakukan aksi kerusuhan.

Ia mengatakan seorang pemimpin akan kehilangan kepercayaan dari rakyatnya jika sering melakukan kebohongan.

Mantan pimpinan Partai Demokrat ini memandang kekalahan dalam pemilu merupakan hal biasa. Saling menerima keputusan rakyat adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan.

Melihat transisi kekuasaan yang tidak damai membuat SBY merasa jika politik AS akan terbelah.

Kali ini pergantian kekuasaan yang damai (smooth & peaceful) tak terjadi di AS. Transisi kekuasaan dibarengi luka, kebencian & permusuhan,” ujar SBY dalam utasnya.

Ini petaka bagi AS yang politiknya terbelah (deeply divided). Energi Biden bisa habis untuk satukan AS hadapi tantangan ke depan,” katanya.

SBY melihat Trump meninggalkan warisan buruk berupa permusuhan antar rakyat dalam satu negara.

Kendati demikian, SBY justru memuji sikap Wakil Presiden Mike Pence yang menolak tegas permintaan Trump untuk mengubah hasil pemilu.***

Pikiranrakyat.com/ Nopsi Marga/ Twitter.

Artikel ini telah tayang dilaman Pikiranrakyat.com pada tanggal 20 Januari 2021 dengan judul “Drama Politik AS Memanas Usai Trump Dikalahkan Biden, SBY: Ini Petaka Bagi AS, Politiknya Terbelah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *