DIDUGA SAMPAIKAN KABAR BOHONG, KETUA BAWASLU KAB. KOTABARU DIPERIKSA DKPP

Jakarta, DKPP − Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang virtual pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk Perkara Nomor 57-PKE-DKPP/II/2021.

Perkara ini diadukan oleh Rahmadi, M. Hafidz Halim, dan M. Subhan. Ketiganya mengadukan Ketua Bawaslu Kabupaten Kotabaru, Muhammad Erfan sebagai Teradu.

Pengadu mendalilkan Teradu diduga tidak profesional serta melanggar prinsip jujur dan tertib karena menyampaikan informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya (menyebarkan informasi bohong) bahwa Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 2, Burhanudin-Bahrudin, melakukan money politics.

Selain itu, Teradu juga telah menuduh Tim Burhanudin-Bahrudin telah mengumpulkan KTP fiktif dalam proses pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Tahun 2020 jalur perseorangan tanpa bukti yang jelas.

Pengadu menuturkan bahwa sebelumnya Teradu mendapatkan informasi dari seseorang bernama Muliyadi terkait dugaan serangan fajar yang dilakukan oleh Paslon Nomor Urut 1 dalam Pilkada 2020. Informasi tersebut disampaikan Muliyadi melalui obrolan dalam aplikasi messenger.

Sidang ini diadakan secara virtual dengan Ketua Majelis di Jakarta dan semua pihak berada di daerahnya masing-masing.

Ketua Majelis dalam sidang ini adalah Anggota DKPP, Pramono Ubaid Tanthowi. Sedangkan Anggota Majelis diisi oleh Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yaitu Mahyuni (Unsur Masyarakat), H. Nur Zazin (Unsur KPU), dan Azhar Ridhanie (Unsur Bawaslu).

Sementara, Muhammad Erfan selaku Teradu membantah dalil-dalil yang disebutkan Pengadu. Menurutnya, ia tidak pernah menyampaikan informasi sebagaimana disebutkan para Pengadu.

Erfan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan percakapan dengan Muliyadi melalui aplikasi messenger atau facebook.

Namun ia memastikan bahwa Bawaslu Kab. Kotabaru telah menerima laporan dugaan praktik politik uang yang dilakukan Burhanudin-Bahrudin, yaitu pada laporan yang teregistrasi pada Nomor 009/PL/Kab/22.09/XII/2020. Laporan ini masuk pada 8 Desember 2020.

“Laporan tersebut dilakukan penanganan pelanggaran sesuai dengan Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020,” ujar Erfan.

Sedangkan terkait KTP fiktif, Efran mengungkapkan bahwa pihaknya menerima permohonan pengawasan terhadap dugaan penggunaan KTP fiktif sebagai dukungan syarat calon perseorangan.

Selain itu, Efran juga mengatakan, Bawaslu Kab. Kotabaru telah menerima masukan dari seseorang bernama Khairul Sani, terkait hal yang sama yang diduga dilakukan oleh bakal pasangan calon (Bapaslon) Yandi Kamitono-Agus Saputra dan Burhanudin-Bahrudin. Masukan ini diterima pada 26 Juni 2020.

Untuk masukan dari Khairul Sani, Efran mengaku telah menindaklanjuti dengan surat jawaban dengan Nomor 042/K.BAWASLU.KS-07/PM.00.02/VII/2020.

“Yang pada intinya menyatakan jajaran Bawaslu Kab. Kotabaru telah dan akan melaksanakan tugas pengawasan, dengan memaksimalkan kerja pengawasan terhadap proses verifikasi faktual,” tandasnya.

“Berdasarkan fakta yang disampaikan, Teradu tidak pernah menyampaikan berita bohong dan fitnah sebagaimana dalil pengaduan Pengadu,” tutup Efran.

dkpp.go.id/Humas DKPP

Artikel ini telah tayang di laman dkpp.go.id pada tanggal 18 Maret 2021 dengan judul “DIDUGA SAMPAIKAN KABAR BOHONG, KETUA BAWASLU KAB. KOTABARU DIPERIKSA DKPP”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *