Demokrat: Saat Pilkada 2020, Aspirasi Jhoni Allen Diistimewakan

Merdeka.com – Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono membantah menarik mahar politik saat Pilkada 2020 seperti yang dituduh oleh Sekjen Demokrat kubu Moeldoko, Jhoni Allen Marbun.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, proses Pilkada berjalan transparan dan akuntabel. Serta turut mendengar masukan aspirasi anggota DPR yang di daerah pemilihannya menggelar Pilkada.

“Semua proses berjalan secara transparan dan akuntabel termasuk mendengarkan masukan dan aspirasi Anggota DPR RI yang di Dapilnya terdapat Pilkada,” kata Kamhar dalam keterangannya, Sabtu (20/3).

Kamhar mengungkap, saat proses penjaringan Pilkada 2020, Jhoni Allen salah satu anggota DPR yang juga anggota Majelis Tinggi Demokrat yang didengar aspirasinya. Aspirasi Jhoni Allen bahkan sangat diperhatikan dan diistimewakan.

“Jhoni Allen yang saat proses penjaringan Pilkada ini adalah Anggota DPR RI sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai termasuk yang sangat diperhatikan dan diistimewakan aspirasinya,” kata Kamhar.

Bappilu Demokrat saat menjaring aspirasi mendatangi kediaman Jhoni Allen saat hari ketiga lebaran. Semua aspirasi Jhoni Allen dipenuhi dan Demokrat mengusung pasangan calon yang diusulkannya.

“Hampir semua aspirasinya dipenuhi, mengusung Paslon yang diusulkan Jhoni Allen. Ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap Jhoni Allen,” kata Kamhar.

Ia menyarankan, Jhoni tidak menebarkan fitnah bahwa Kamhar mengumpulkan uang dari Pilkada. Kamhar menantang Jhoni pasangan calon yang diusungnya membuktikan ditagih mahar.

“Jhoni Allen jangan menjadi ahli fitnah, silahkan ditanyakan kepada Paslon-paslon yang diusung Partai Demokrat berdasarkan aspirasi beliau diDapilnya apakah saya mengambil duit dari mereka,” katanya.

“Jangan-jangan yang disampaikannya adalah refleksi sepakterjangnya saat menduduki posisi strategis di DPP Partai Demokrat periode 2005-2010,” ucap Kamhar.

Secara khusus, Kamhar menyebut Jhoni bisa menanyakan soal mahar kepada Chamdi Ali Tumenggung Mayang mantan Ketua DPC PD Kabupaten Gorontalo yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2020. Justru, kata Kamhar, kinerja Demokrat Gorontalo terhambat dalam menindaklanjuti penjaringan Bappilu DPP Demokrat berkat ulah Chamdi. Kendati demikian, Demokrat tetap mengusung Chamdi dan memberikan bantuan.

“Namun, sesuai dengan arahan Mas Ketum AHY untuk mengutamakan dan memprioritaskan kader sekalipun tak didukung hasil survei yang memadai, Partai Demokrat tetap mengusung Chamdi A.T. Mayang. Tak hanya itu, bahkan ketika dibentuk Tim Satgas Pilkada, dua orang personil Satgas diturunkan oleh Mas Ketum AHY ke Kabupaten Gorontalo untuk membantu logistik dan mengasistensi pemenangannya, namun hasilnya belum sesuai harapan,” jelas Kamhar.

Kamhar mengatakan, Chamdi bukannya berterima kasih justru akhirnya berkomplot dengan Jhoni Allen dan kubu Moeldoko.

“Bagi kami, salah satu hikmah yang bisa diambil dari gerakan gerombolan KLB abal-abal adalah terjadinya identifikasi dan eleminasi atas kader-kader parasit yang bersifat patologis,” kata Kamhar.

Ia pun mengutip pernyataan Reza Ali mantan Anggota DPR RI, pendiri Partai Demokrat di Sulawesi Selatan bahwa Jhoni Allen adalah biang kerok runtuhnya Demokrat.

“Kami tegaskan, bukan Partai Demokrat yang ingin memecat Jhoni Allen, tapi perbuatannya sendirilah yang membuatnya harus dipecat,” pungkas Kamhar.

merdeka.com/ahda bayhaqi/bal

Artikel ini telah tayang di laman merdeka.com pada tanggal 20 Maret 2021 dengan judul “Demokrat: Saat Pilkada 2020, Aspirasi Jhoni Allen Diistimewakan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *