Bawaslu Sebut Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Bakal Timbulkan Banyak Masalah

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja memprediksikan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 bakal menimbulkan masalah jika tidak diantisipasi dengan baik. Bagja menuturkan hal ini bertolak dari pengalaman pemilu serentak 2019 yang lalu.

“Pemilu 5 kotak seperti tahun 2019 saja, beban kerja penyelenggara tidak proporsional. Ini nanti akan menimbulkan banyaknya permasalahan ke depan,” kata Rahmat Bagja dalam diskusi publik LHKP PP Muhammadiyah secara daring bertajuk “Strategi dan Antisipasi Pemilu dan Pilkada 2024”, Jumat (12/2/2021).

Menurut Bagja, beban penyelenggara yang tidak proporsional akan berdampak pada kekeliruan-kekeliruan teknis yang besar. Pasalnya, untuk melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara saja membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Penghitungan suara ini bisa molor, satu hari, satu malam, karena banyak yang harus dihitung dan diisi oleh KPPS. Nah, kalau KPPS-nya kelelahan, bisa berdampak pada kekeliruan teknis,” katanya dia.

Baca Juga:

Dia mengakui, hal tersebut memang bisa diantisipasi dengan penggunanan teknologi untuk melakukan penghitungan dan rekapitulasi secara elektronik. Namun, pada pemilu 2019, sistem KPU juga pernah down dan kadang daerah tertentu tidak tersentuh oleh jaringan internet.

“Bisa dibayangkan tata kelola pemilu akan terjadi jika pemilu dengan pilkada di 514 kabupaten-kota, 34 provinsi dilakukan tahun yang sama. Belum lagi hegemoni isu pilpres dibandingkan jenis pemilu lainnya,” ungkap dia.

Persoalan lain, kata Bagja, adalah ketaatan peserta maupun pemilih pada prinsip dalam pemilu/pilkada yang jurdil, seperti maraknya praktik money politic, pelanggaran netralitas ASN dan polri serta pelanggaran-pelanggaran pada saat pemungutan suara di TPS.

“Begitu juga persoalan penegakan hukum pemilu di mana terdapat wilayah abu-abu atau grey area implikasi putusan antara institusi penegak hukum pemilu, seperti putusan MK, putusan MA, putusan PTUN, dan putusan pelanggaran administratif Bawaslu. Atau juga perbedaan penafsiran terhadap unsur tindak pidana pemilu dalam forum Sentra Gakumdu,” kata Bagja.

beritasatu.com/Yustinus Paat / WM

artikel ini telah tayang di laman beritasatu.com pada tanggal 12 Februari 2021 dengan judul “Bawaslu Sebut Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Bakal Timbulkan Banyak Masalah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *