Akademisi Usul Kewenangan Bawaslu Dimaksimalkan Pascakasus Pilkada Sabu Raijua

JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Kabupaten Sabu Raijua NTT yang mendiskualifikasi Orient Riwu Kore, merupakan bukti jika masih adanya kelemahaman pada pengawasan sistem data kependudukan di Indonesia.

Hal ini dikatakan akademisi Universitas Trisakti, Dr. Radian Syam, SH. MH, saat menghubungi wartawan. Dikatakan Radian, lemahnya pengawasan data kependudukan, mengakibatkan Orient yang ternyata merupakan warga negara Amerika, bisa berpartisipasi pada Pilkada dan bahkan berhasil memenangkan kontestasi tersebut.

“Tentu ini menjadi catatan penting tentang masih belum baiknya sistem kependudukan di Indonesia,” ujar Radian.

Pengajar di Fakultas Hukum ini juga beranggapan jika belum diberikannya secara maksimal kewenangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di dalam melakukan pengawasan dan penanganan perkara pada Pemilu, mengakibatkan banyak kasus yang justru diselesaikan di tingkatan yang lebih tinggi.

Radian mengatakan, jika melihat beberapa kasus yang terjadi pada Pemilu, maka dirinya menilai penguatan kelembagaan Bawaslu menjadi penting, terlebih jika nantinya terjadi Pemilu dan Pilkada serentak di tahun 2024.

Baca Juga:

“Maka sebenarnya, menjadi penting revisi UU No 7 tahun 2017 terutama soal penguatan lembaga pengawas pemilu, soal waktu penanganan perkara, serta soal adanya kewenangan kekuatan daya paksa yang diberikan kepada bawaslu atas putusan yang telah dikeluarkannya,” ujar Radian.

Oleh sebab itu, Radian menyarankan harus ada Political Good Will baik Pemerintah bersama DPR, untuk dapat melakukan Revisi UU No 7 Tahun 2010 tentang pemilu, di mana nantinya penyelarasan UU Pemilu dan UU Pemilihan Kepala Daerah dapat disatukan agar nantinya tidak menimbulkan persoalan baru pada pelaksaan teknis penyelenggaraan maupun teknis pengawasan pemilu.

“Kasus Orient sekali lagi harus dijadikan pelajaran berharga bagi proses pemilihan agar tidak ada lagi yang menjadi korban baik dari pemilih maupun peserta pemilu itu sendiri,” ujar Radian mengakhiri.

kumparan.com/manado bacirita

Artikel ini telah tayang di laman kumparan.com pada tanggal 18 April 2021 dengan judul “Akademisi Usul Kewenangan Bawaslu Dimaksimalkan Pascakasus Pilkada Sabu Raijua”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *