• Kam. Okt 6th, 2022

Manuver PDI-P Jelang Pemilu 2024: Megawati Gembleng Kader hingga Safari Politik Puan

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi satu-satunya partai politik di parlemen yang dapat mengusung sendiri calon presidennya tidak membuat PDI-P adem-ayem 1,5 tahun menjelang Pemilu 2024. Partai berlogo banteng ini tampak mulai mempersiapkan diri untuk menjemput kemenangan ketiganya secara beruntun dalam kontestasi. Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri malah sudah meminta kader-kadernya agar segera bersiap jelang Pemilu 2024.

“Ingat, tahun pemilu 2024, semua partai sudah siap-siap. Sampai saya banyak menanyakan, kok Ibu tenang-tenang saja. Dari sisi kesiapan organisasi, saya yakin sudah siap. Yang belum itu kan kesiapan orang-orangnya. Lha, ini saya gembleng sekarang,” ungkap Megawati saat memberi arahan kepada para kadernya, Rabu (24/8/2022).

Saat ini, tahapan Pemilu 2024 masih berlangsung pada tahapan verifikasi administrasi berkas partai. PDI-P selaku partai parlemen, akan dinyatakan sebagai peserta pemilu seandainya lolos tahapan ini. Secara spesifik, Megawati menegaskan bahwa untuk mengorganisasi suara di akar rumput, maka para kader harus siap untuk turun ke bawah guna memenangkan partai.

“Jadi siapa yang enggak mau, tidak berani turun ke bawah, sebaiknya dari sekarang meminta, menulis mengundurkan diri,” kata dia.

Ia juga meminta agar, demi pemenangan PDI-P di 2024, kader-kadernya tidak manja. Ia juga mengaku tidak akan memanjakan kadernya.

“Sepanjang saya jadi ketua umum kalian, saya dibilang galak. Saya ketua umum. Kalau ketua umum enggak galak, tidak akan PDI Perjuangan bisa menang (pemilu) dua kali,” tambahnya.

Bahkan, Megawati mempersilakan kader yang merasa tidak siap untuk memenangkan partai untuk angkat kaki dan berpindah partai politik lain.

“Kalian itu maunya apa? Mau jadi apa? Jawab, ya. Saya akan minta pertanggungjawaban kalian. Saya akan minta satu per satu sebelum kita tempur di 2024,” sebut Mega.

“Itu fair, lho, jadi bisa mikir. Kalau mau ikut partai lain, silakan. Ini demokrasi, kok. Tapi jangan menjadi beban dalam partai kita, organisasi kita,” lanjutnya.

Geliat PDI-P, geliat Puan

Megawati telah menunjuk putrinya sendiri yakni Puan Maharani sebagai ujung tombak dari rencana partainya untuk melakukan safari politik ke sejumlah partai dalam waktu dekat.

Puan, Ketua DPP PDI-P bidang politik sekaligus Ketua DPR RI yang menaungi banyak fraksi di dalamnya, dianggap memiliki kapasitas cukup mumpuni untuk melakukannya, terlepas dari apakah kebijakan Megawati ini juga dalam rangka mengerikan elektabilitas Puan yang sejauh ini belum menggembirakan.

Safari perdana Puan dilakukan dengan silaturahmi PDI-P dan Partai Nasdem pada Senin (22/8/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Puan disambut oleh Ketum Nasdem Surya Paloh saat berada di Nasdem Tower. Keduanya juga didampingi masing-masing elite Nasdem dan PDI-P selama pertemuan berlangsung. Surya Paloh mengaku terjadi kesepakatan antara dirinya dan Puan Maharani, maupun Nasdem dan PDI-P, dan mengeklaim bahwa kedua pihak memiliki kesamaan. Surya pun berharap, pertemuan dengan Puan terus berlanjut ke depannya.

“Kesimpulan pertemuan ini sebagai pertemuan awal yang akan bisa diharapkan untuk ditindaklanjuti dari pertemuan-pertemuan berikutnya yang tidak terbatas untuk tahun ini saja, untuk ke depan,” kata Surya di Nasdem Tower.

Surya bahkan mengiyakan bila nama Puan “masuk radar” kandidat-kandidat yang kemungkinan berlaga di Pemilu 2024 nanti. Megawati mengeklaim, apa yang dilakukan Puan dalam Safari politik perdananya sudah cukup berhasil membuat perbedaan, berdasarkan intuisinya.

“Saya kan bisa melihat, mata tua saya ini pengalamannya seabrek-abrek,” ucap Megawati.

“Jadi kalau dari sisi politik juga saya bisa lihat lah. (Padahal) baru 1 partai yang dikunjungi Mbak Puan yang menjabat di DPP, juga DPR,” kata dia.

Safari berlanjut

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Utut Adiyanto menyatakan bahwa safari politik dalam rangka mencari titik koalisi Pemilu 2024 mungkin akan selesai dalam kurun 2 bulan.

“Mudah-mudahan tidak sampai dalam tempo 2 bulan ini semua selesai, dan Oktober sudah selesai, dengan begitu nanti kita bisa menyimpulkan kita laporkan kepada Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri),” ujar Utut kepada wartawan di kantor DPP PDI-P, Rabu (24/8/2022).

Utut menyebutkan bahwa partai berlogo banteng itu masih akan terus berkeliling ke partai-partai lain setelah pertemuan dengan Nasdem tempo hari. Namun demikian, ia enggan menyampaikan partai politik mana yang sejauh ini memiliki prospek paling cerah sebagai rekan koalisi di Pemilu 2024.

“Tentunya, berikutnya, ke titik-titik lain, ke Gerindra, kemudian ke Golkar, dan seterusnya, mungkin terakhir nanti ke PPP,” jelasnya.

“Yang jelas bahwa silaturahmi ini makin membuktikan bahwa kita ini tidak pernah punya musuh dan kita merangkul semua elemen bangsa dan PDI-P siap bekerja sama dengan partai-partai lain,” ungkap Utut.

Dari 9 partai politik yang ada di DPR RI, tersisa PDI-P, Nasdem, Demokrat, dan PKS saja yang belum bergabung dalam koalisi mana pun jelang Pemilu 2024. Golkar, PAN, dan PPP sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Gerindra dan PKB juga sudah meneken kerja sama politik. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto sudah pernah membuat pernyataan politik bahwa partainya sulit untuk berkoalisi dengan PKS dan Demokrat.

kompas.com/Vitorio Mantalean/Sabrina Asril
Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.